BGS 05 Maret 2014

Prinsip kerja telepon

Cara kerja alat telekomunikasi pada prinsipnya adalah suara diubah menjadi sinyal komunikasi yang dilewatkan dan dihubungkan oleh sentral telepon yaitu perangkat telekomunikasi yang berfungsi untuk menghubungkan pembicaraan dari satu nomor telepon ke nomor lain yang dipilih.

Berikut adalah penjelasannya, sentral telepon mengirim tegangan 48 Volt DC ke pesawat telepon kita. Selama pesawat telepon dalam keadaan diam atau tidak diangkat handset-nya, maka tegangan ini tetap sebesar 48 volt. Saat itu yang terhubung ke kabel telepon hanya rangkaian bell saja. Bagian lain yaitu unit bicara dan unit dial/ signaling atau Dual Tone Multi Frequencies (DTMF) tidak ikut nyambung ke kabel. Tegangan 48 VDC ini tidak akan mampu membunyikan bell meskipun bell-nya sedang terhubung ke kabel, karena bell-nya membutuhkan tegangan bolak-balik/ Alternating Current (AC), lagi pula masih dipakai kapasitor yang memblokir arus searah/ Direct Current (DC) yang menuju bell, jadi saat handset tidak diangkat maka telepon siap untuk di bell dari luar. Saat bel berbunyi, berarti saat itu tegangan di saluran adalah tegangan AC yang berasal dari 48 VDC yang polaritasnya dibolak-balikkan secara cepat.


Saat handset diangkat, maka yang terhubung ke kabel akan berganti, bell-nya sekarang lepas dan tegangan 48 VDC itu akan dipakai untuk menghidupkan unit bicara dan unit dial (DTMF), tegangan kabel saat handset terangkat ini sekitar 9 - 12 VDC untuk catu daya pesawat telepon itu sendiri. Saat itu juga sentral mengetahui kalau tegangan 48 VDC yang dikirim ke pelanggan itu ada yang mengkonsumsi dan segera mengirim sinyal nada pilih (nada yang memberitahu bahwa dipersilahkan untuk memilih nomor yang anda kehendaki) sampai saat mendial atau menekan keypad. Kalau dilihat pakai oscilloscope, tegangan nada yang punya frekuensi 400 Hz ini menumpang di atas tegangan 9 - 12 VDC.

Kalau memakai pesawat yang pakai piringan putar, dan misalnya memutar angka 7, maka selama piringan itu berputar kembali ke posisi awal, koneksi ke kabel akan terputus-tersambung-terputus-tersambung sebanyak 7 kali atau akan ON-OFF sebayak 7 kali atau 7 pulsa dikirim ke sentral dan berhasil memberitahu ke sentral bahwa telah mendial angka 7. Begitu seterusnya sampai semua nomor didial.  Saat piringan sedang berputar balik, sebaiknya tidak terganggu, supaya pulse ratenya tetap 10 pps.

Kalau memakai pesawat keypad atau DTMF, maka tiap key yang ditekan akan menghasilkan nada tertentu, yaitu penjumlahan 2 sinyal dengan frekuensi berbeda. Untuk 12 buah key (3x4 key) akan dibutuhkan 7 macam nada sesuai ROW dan COLUM dimana key itu berada. Nada-nada ini frekuensinya dibuat standard atau menggunakan frekuensi yang sama. Ada juga pesawat keypad tapi yang menghasilkan pulsa-pulsa dial,di pesawat telepon terdapat switch pemilih pulse atau tone.

Digit yang dikirim ke Public Switched Telephone Network (PSTN) merupakan kombinasi frekuensi rendah dan frekuensi tinggi dengan nilai toleransi ± 1,8% dari nilai nominal untuk masing-masing frekuensi.
 

1 komentar:

Terima kasih telah berkunjung dan membaca artikel ini. Silahkan berikan saran dan pertanyaan di kolom berikut ini.